Diabetes,
hipertensi, radang sendi, asam urat, gagal ginjal, stroke, dan istilah lainnya
sering kali kita dengar dan saksikan sendiri bagaimana anggota keluarga kita
terkena dan menderita akibat penyakit tersebut. Pada dasarnya penyakit
metabolik itu tidak dapat disembuhkan secara total, artinya kita tidak dapat
memperoleh fungsi normal dan lebih sehat dari sebelumnya saat kita sudah
terkena penyakit tersebut. Penyakit metabolik, karena berhubungan dengan proses
metabolisme di tubuh berarti peranan penting terjadinya ditentukan oleh
BAGAIMANA KITA MAKAN/MINUM dan BAGAIMANA KITA MENGGUNAKAN ENERGI KITA. Aktifitas
merupakan kegiatan rutin bagi manusia terutama bagi manusia yang bekerja. Berjalan,
bergerak, bernapas, berdiskusi dan lainnya merupakan kegiatan fisik manusia
yang mampu mengefektifkan sumber energi yang sudah masuk di dalam tubuhnya. Akan
tetapi kenapa masih saja bisa terkena penyakit metabolik? Pertanyaan selanjutnya
adalah, sudahkah kita mengontrol jenis makanan/minuman yang masuk ke dalam
tubuh kita? Apakah sudah cukup seimbang antara makanan/minuman yang masuk dengan
aktifitas/energi yang kita keluarkan?
Menyikapi
proses manajemen asupan makanan/minuman kita, kita sepakati proses manajemen
asupan makanan/minuman disebut dengan diet. Diet merupakan hal yang mudah-mudah
sulit. Kok bisa?mudah karena saat bersemangat kita bisa melakukannya dengan
baik, akan tetapi bagian tersulitnya adalah bagaimana kita bertahan dan melakukan
evaluasi terhadap proses diet kita. Salah satu program diet terbaru yang
memiliki hasil baik dan direkomendasikan oleh organisasi kesehatan di Dunia
seperti American Heart Association, dan lainnya adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
Diet DASH merupakan sebuah konsep baru dalam manajemen
diet yang tidak mengharuskan pembatasan asupan garam berlebihan seperti pada
diet rendah garam yang digunakan dalam manajemen penderita hipertensi. Diet DASH merupakan diet yang telah diterapkan sebagai
diet penyakit hipertensi menggantikan diet rendah garam di Amerika Serikat dan
Eropa. Namun, diet ini masih jarang didengar dan diterapkan pada masyarakat
Indonesia. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi dari ahli gizi dan
tenaga kesehatan lainnya. Diet DASH ini sangat cocok diterapkan dimasyarakat
Indonesia karena prinsip dari diet ini adalah banyak mengkonsumsi sayur dan
buah
sebagai menu utama tiap harinya, pembatasan lemak
jenuh dan pembatasan makanan bergajih/berlemak dari sumber hewani seperti daging merah (sapi, kambing) untuk
digantikan dengan daging ikan atau daging unggas yang dihilangkan
kulit/lemaknya. DASH juga mengingatkan kita agar
hati-hati dengan konsumsi saos, kecap, dan motto.karena kadar natrium terbanyak
justru bukan dari garam tetapi dari saos kecap dan motto/penyedap masakan.
Dalam
penggunaan sehari-hari diet DASH tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki nilai
tekanan darah yang hasilnya dapat anda amati di berbagai jurnal di
scholar.google.com, akan tetapi diet DASH juga bisa digunakan untuk mencegah berbagai
macam penyakit metabolik pada orang sehat.adapun peranan diet DASH yaitu
mencegah penyakit metabolik yang diturunkan/genetis, akibat overweight dan
obesitas serta pekerja dengan sedikit aktifitas fisik.
Kesegaran buah
dan sayur dibayangi dengan kesehatan fisik yang bugar serta didampingi fungsi
jantung yang optimal adalah idaman dari penderita penyakit metabolik. Diet DASH
memang menawarkan hasil yang memuaskan di mana tubuh menjadi lebih segar karena
asupan lemak jenuh dan natrium menjadi cenderung lebih seimbang. Akan tetapi
seperti yang telah kita ketahui bahwa proses diet itu mudah-mudah sulit. Proses
perubahan perilaku menjadi kebiasaan membutuhkan sebuah fasilitator. Salah satu
teknik yang dapat memfasilitasi kita untuk merubah kebiasaan adalah tranceform
therapy dan di mana saat kita sudah berusaha maksimal tetapi tak ada perubahan
kita dapat menggunakan Hypnotherapy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan diskusi dan bertanya sebanyak-banyaknya dengan tim kami